Vaksinasi untuk Calon Jemaah Haji Ditargetkan Selesai Mei, Masjid Nabawi Didesinfeksi

Editor Presiden dari Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdulrahman Bin Abdulaziz Al-Sudais meresmikan perangkat disinfeksi dan sterilisasi berteknologi ozon untuk membersihkan Dua Masjid Suci di Masjid Nabawi, Madinah, Sabtu (17/10)./arab news/via republika.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan vaksinasi bagi calon jamaah haji 1442H / 2021M selesai pada Mei 2021.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes RI, Oscar Primadi mengatakan prediksi tersebut mengacu pada skema vaksinasi nasional.

“Insyaallah jemaah haji Indonesia akan kita selesai vaksinasi pada bulan Mei nanti. Jadi tidak ada keraguan insyaallah kalau melihat skema ini,” kata Oscar dalam rapat kerja dengan Komisi VIII, Kementerian Agama, dan Kementerian Perhubungan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021) seperti dilansir republika.co.id.

Kemenkes mencatat total sasaran jemaah haji di Indonesia sebanyak 173.160 orang. Rinciannya yaitu kelompok umur di bawah 60 tahun sebanyak 115.530 calon jemaah dan calon jemaah kelompok usia di atas 60 tahun sebanyak 57.630 calon jemaah.

Lebih lanjut Oscar menjelaskan, pemberian vaksinasi bagi jemaah haji akan tetap berdasarkan skema nasional vaksinasi Covid-19 yang telah menjadi acuan dalam pelaksanaan vaksinasi di Indonesia.

Berdasarkan karakteristik jemaah haji, Kemenkes membaginya ke dalam dua kelompok besar, yaitu jemaah lanjut usia (lansia) dan kelompok masyarakat rentan, yaitu mereka yang melakukan perjalanan lintas negara dengan durasi masa terbang lebih dari tiga jam.

“Hanya yang memenuhi syarat tentunya vaksinasi yang akan memperoleh vaksinasi, seperti di kita juga seperti itu kalau ada komorbid tentunya tidak akan dilakukan vaksinasi, artinya jika jemaah tadi mengalami gangguan kesehatan adanya komorbid berat atau ada kontraindikasi pemberian vaksin maka penyuntikan tidak akan kita lakukan,” terangnya.

Karpet Masjid Nabawi Dibersihkan

Sementara itu, lebih dari 23.000 liter cairan sterilisasi ramah lingkungan telah digunakan untuk mendisinfeksi sajadah atau karpet di Masjid Nabawi, Madinah. Selama tiga bulan terakhir, alat sanitasi ini digunakan di sajadah dan koridor Bab Al Salam.

Baca Juga :  Kampung Samara, Dukung Program Bandung 1000 Kampung

Upaya desinfeksi itu dilakukan pihak berwenang sebagai bagian dari tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan pengunjung Masjid Nabawi di tengah pandemi Covid-19.

Melansir Ihram.co.id dari Arab News, Senin (15/3/2021), media resmi Kerajaan Saudi atau Saudi Press Agency menyatakan pihak masjid juga menggunakan wewangian untuk sajadah. Wewangian digunakan lebih dari 7.743 kali untuk mengharumkan masjid selama periode waktu yang sama.

Petugas yang mengawasi masjid telah mengganti 450 sajadah. Mereka juga mengganti karpet yang digunakan di Al-Rawda Al-Sharifa masjid setiap sepuluh hari.

Masjid yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Masjid An-Nabbawi ini telah menerapkan tindakan pencegahan preventif. Mereka berupaya menjaga jarak antar- jemaah dengan menggunakan tanda spasi pada karpet, untuk menghindari kerumunan. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ketua Fraksi Demokrat: Moeldoko Parasit Demokrasi

Sel Mar 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) yang menunjuk Moeldoko sebagai Ketua Umum, dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kab. Bandung, H. Osin Permana, merupakan kelompok tidak waras. Bisa disebut Parasit Demokrasi terutama Moeldoko sendiri. Osin menambahkan, yang bisa membubarkan hasil KLB dan Moeldoko itu Kemenkumham. Bila kemudian ada persetujuan dan […]