Visa Masuk dan Keluar Kembali Arab Saudi akan Diaktifkan 10 Hari Setelah Pengajuan

Editor Ilustrasi./saudigazette.com.sa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Prakarsa Reformasi Tenaga Kerja (LRI) yang mulai berlaku pada Minggu (14/3/2021) memberikan dorongan besar untuk meningkatkan hubungan kontrak antara pengusaha dan karyawan di Kerajaan Arab Saudi. Berdasarkan inisiatif, reentry and exit visa dan final exit visa akan diaktifkan dalam 10 hari setelah karyawan mengajukan permohonan.

Ada beberapa fitur yang menguntungkan pihak-pihak yang terlibat dalam pasar kerja di Kerajaan sebagaimana diatur dalam panduan pengguna untuk Peningkatan Inisiatif Hubungan Kontraktual yang dirilis oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial.

Panduan tersebut menetapkan bahwa majikan akan memiliki waktu 10 hari untuk menanyakan tentang aplikasi visa keluar dan masuk kembali yang diajukan oleh pekerjanya. Jika majikan tidak menanggapi dalam batas waktu tersebut, pekerja akan dapat mengeluarkan satu visa untuk jangka waktu 30 hari dalam lima hari sejak berakhirnya tenggat waktu ini.

Namun, pekerja tidak akan dapat mengeluarkan baik visa keluar dan masuk kembali setelah berakhirnya kontrak kerja dengan majikan atau mengeluarkan visa keluar dan masuk kembali berkali-kali. Pemberi kerja juga tidak diperbolehkan mencabut visa keluar dan masuk kembali yang dikeluarkan oleh pekerja asing.

Kementerian mencatat bahwa pemberi kerja juga berhak mengeluarkan visa keluar dan masuk kembali bagi pekerja asing dengan pola yang sama dengan yang sebelumnya berlaku.

Mengenai visa keluar terakhir, panduan kementerian menyatakan bahwa layanan ini akan tersedia untuk pemberi kerja dan juga pekerja.

Menurut peraturan baru, pemberi kerja akan memiliki waktu 10 hari untuk menanyakan tentang permintaan pekerja untuk mengeluarkan visa keluar terakhir, dan jika tidak ada tanggapan dari pemberi kerja, pekerja asing dapat mengeluarkan visa keluar terakhir, dan visa itu. Validitas akan menjadi 15 hari sejak tanggal penerbitan.

Baca Juga :  Sujiwo Tejo Sarankan Anak dan Menantu Jokowi Mundur di Pilkada demi Etika

Kementerian menekankan bahwa jika pekerja asing secara permanen meninggalkan Kerajaan selama masa berlaku kontrak, dia akan dilarang kembali ke Kerajaan secara permanen. Ini terjadi jika dia memperoleh visa keluar dan masuk kembali dan tidak kembali ke Kerajaan sebelum berakhirnya masa berlaku visa untuk menyelesaikan sisa masa kontrak kerja.

Jika seorang pekerja asing meninggalkan Kerajaan dengan visa keluar dan masuk kembali dan tidak dapat kembali ke Kerajaan sebelum berakhirnya masa berlaku visa, dalam hal demikian hak untuk memperpanjang visa sepenuhnya berada di tangan majikan.

Terkait layanan mobilitas tenaga kerja bagi tenaga kerja asing, kementerian menetapkan bahwa perusahaan yang akan memperoleh jasa tenaga kerja asing harus memenuhi ketentuan Program Perlindungan Upah dengan tarif tidak kurang dari 80 persen selama tiga bulan terakhir.

Selain itu, harus ada 100 persen dokumentasi kontrak karyawan dalam pendiriannya, dan minimal 80 persen dalam komitmen program evaluasi diri beserta penerapan wajib peraturan kerja internal yang telah disetujui.

Hanya pekerja ekspatriat yang termasuk dalam kategori profesi yang tunduk pada Undang-Undang Ketenagakerjaan yang diizinkan untuk mengalihkan layanan mereka ke pemberi kerja lain. Kondisi utama lainnya adalah bahwa pekerja harus menyelesaikan setidaknya 12 bulan dengan majikan saat ini setelah dia pertama kali masuk ke Kerajaan.

Seharusnya tidak ada permintaan lain yang menunggu keputusan terkait dengan transfer layanan. Pengalihan layanan harus sesuai dengan periode pemberitahuan setelah keabsahan kontrak kerja yang terdokumentasi.

Prakarsa Reformasi Tenaga Kerja, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan kontraktual antara pemberi kerja dan pekerja di sektor swasta, diharapkan dapat membawa dampak positif yang luas di pasar kerja Saudi.

Kementerian meluncurkan LRI pada 4 November 2020, mengubah sistem sponsor yang telah berusia 70 tahun. Layanan baru di bawah inisiatif ini akan tersedia melalui platform online Absher dan Qiwa.

Baca Juga :  PT Prades Pertanyakan Pokja Lelang LPSE Kab. Indramayu

Ini berlaku untuk semua pekerja asing di sektor swasta kecuali mereka yang termasuk dalam lima kategori yakni sopir pribadi, penjaga rumah, pekerja rumah tangga, penggembala, dan tukang kebun atau petani.@mpa/saudigazette

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mengenal Green Jobs, Inovasi Bisnis Ramah Lingkungan saat Pandemi Covid-19

Ming Mar 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun ini memunculkan inovasi di berbagai bidang. Salah satunya dalam dunia kerja dan terkait dengan isu global dan perubahan iklim yang melahirkan konsep green jobs. Pengenalan green jobs di masa adaptasi kebiasaan baru diklaim bisa menjadi langkah awal agar […]