Wisata Lembang Mulai Dipadati Pengunjung

Editor Pengunjung terlihat antre memasuki objek wisata The Great Asia Africa, Lembang, Bandung Barat, pada Sabtu (24/10/2021)./suarajabar.id/ferry bangkit/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | KBB – Sejumlah objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diserbu pengunjung akhir pekan ini. Animo masyarakat untuk berwisata meningkat usai ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Seperti diketahui Bandung Barat kini menyandang PPKM Level 2 sehingga semua objek wisata diperbolehkan dibuka kembali. Objek wisata di KBB dibuka sejak 19 Oktober lalu.

Berdasarkan pantauan di salah satu objek wisata yakni The Great Asia Africa Lembang pada Sabtu (23/10/2021), pengunjung terlihat antre untuk masuk ke objek wisata tematik tersebut.

Pengunjung diharuskan menggunakan scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

“Alhamdulillah terus ada peningkatan meskipun belum signifikan, lumayan lah ada peningkatan sampai 20 persen daripada sebelumnya,” ungkap Public Relation The Great Asia Africa, Intania Setiati.

Tak cuma orang dewasa saja kini pengunjung anak-anak di bawah usia 12 tahun juga sudah diizinkan masuk ke area objek wisata. Namun mereka wajib didampingi orangtuanya yang juga mesti sudah divaksinasi.

“Untuk anak sudah boleh masuk karena ada diskresi juga kan. Tapi tetap harus didampingi orangtuanya dan orangtuanya harus sudah divaksinasi,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan membeludaknya pengunjung, pihaknya melakukan pembatasan kunjungan maksimal 50 persen. Serta wajib log in aplikasi PeduliLindungi.

“Untuk kunjungan dibatasi hanya 50 persen dan kita juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Ada log in aplikasi (PeduliLindungi) juga, untuk kendalanya sebetulnya enggak ada, tapi kadang dari pengguna yang sinyalnya kurang baik,” jelasnya.

Pihaknya berharap wisatawan juga bisa mengikuti aturan yang berlaku supaya tidak terjadi gelombang ketiga kasus Covid-19 seperti prediksi pemerintah.

“Untuk antisipasi gelombang ketiga ya itu tadi, semua aturan soal prokes, pembatasan pengunjung, itu kita lakukan. Kita juga bawel ke pengunjung supaya patuh karena kerugian buat semua kalau memang nanti sampai terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi,” pungkasnya. @fen

Baca Juga :  Ridwan Kamil Serahkan Hasil Jual Lukisan Seniman di NFT, Laku Rp. 4,2 Juta

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AFPI: Jangan Salah Kaprah, Pinjaman Online Harus Tetap Dibayar

Ming Okt 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Jangan salah kaprah, pinjaman onlineharus dibayar. Demikian yang diungkapkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) AFPI melihat masih banyak persepsi yang keliru soal pinjaman online hingga masyarakat tidak mau membayar pinjaman. “Orang sering salah kaprah. Pinjaman online, tidak ada tatap muka, (lalu berpikir) tidak bayar […]