Workshop Membaca Cepat Bagi Pelaku Usaha Agar Tidak Malas Membaca

Editor Para pelaku usaha yang tergabung dalam "Komunitas Bisnis Tangan Di Atas" peserta "Workshop Membaca Cepat" yang digelar TDA Soloraya/visi.news/istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Minat baca orang Indonesia yang sangat rendah, termasuk kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam “Komunitas Bisnis Tangan di Atas” (TDA) di wilayah Surakarta atau Soloraya, ternyata masih banyak yang malas membaca.

Dalam upaya mendorong para pelaku usaha tersebut, TDA Soloraya pada Rabu (29/09/2021), menggelar “Workshop Membaca Cepat” Rabu (29/09/2021) untuk meningkatkan minat baca.

Ketua TDA Soloraya, Ali Effendi, menjelaskan kepada wartawan di sela workshop, para pelaku usaha sebenarnya sadar pentingnya membaca buku untuk peningkatan diri. Tetapi banyak pelaku usaha yang sibuk menjalankan bisnis, sehingga tidak punya waktu untuk membaca buku.
“Padahal, pengusaha juga harus rajin membaca buku, untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai personal dan sebagai pelaku usaha,” katanya.

Mengutip hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) dan di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Ali Effendi mengungkapkan, tingkat literasi Indonesia menempati peringkat 62 dari 70 negara atau berada di jajaran 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.
“Sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca,” jelasnya.

“Workshop Speed Reading” yang diikuti 25 pelaku usaha di wilayah Soloraya, menurut dia, diharapkan bisa menjadi solusi bagi pengusaha yang sibuk, agar tetap bisa membaca buku, memahami buku, dalam jangka waktu yang singkat.
Salah seorang peserta workshop, Aryo Baroto, menyatakan, dia termasuk jarang membaca buku. Padahal dia ingin membaca dan sudah mempunyai list buku-buku yang ingin dia baca.

“Hanya saja karena kesibukan dalam mengelola bisnis, saya tidak sempat membaca buku. Harapan saya, dengan mengikuti workshop speed reading bisa membaca buku lebih cepat dan dapat menguasai isinya,” katanya, sambil menambahkan, setahun belakangan ini dia sempat membaca dua judul buku.

Baca Juga :  TELAAH: Benarkah Pakai Masker Saat Salat Selama Pandemi Haram? (3/Habis)

Parikesit, pembicara dalam Workshop Speed Reading tersebut, menjelaskan, metode speed reading bertujuan agar orang bisa membaca buku, memahami 100 persen isi buku, bahkan bisa menjelaskan isi buku kepada orang lain dalam waktu sangat singkat.
“Dengan metode speed reading, sebuah buku bisa selesai dibaca dan dipahami isinya hanya dalam waktu sekitar dua jam saja,” jelasnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bandung Ajak Percasi dan IMI Sukseskan Vaksinasi

Kam Sep 30 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali mengajak berbagai pihak, untuk menyukseskan program vaksinasi di Kabupaten Bandung. Kali ini dirinya meminta Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk mensosialisasikan pentingnya program tersebut kepada masyarakat. “Kali ini kita mendapatkan stok vaksin yang cukup banyak. Dari target […]