Yandri Susanti Minta Pemerintah Waspadai Virus Omicron Jelang Pelaksanaan Haji dan Umrah

Editor Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto./dpr.go.id/jaka/nvl/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengingatkan bahaya varian baru Covid-19, Omicron, yang diduga berasal dari Afrika Selatan, dan kini telah merebak di beberapa negara. Ia meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap mengenai permasalahan tersebut, agar Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali sepulang ibadah haji maupun umrah tidak tertular virus varian baru dari Covid-19 tersebut.

“Kita kembali dikejutkan, Pak Menteri, karena ada varian baru Covid-19, yaitu Omicron, ini sangat menyentak kita semua. Afrika sedang lockdown, Belanda, Jerman, Austria, Hong Kong, dan sebagainya juga sudah terpapar,” kata Yandri dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta jajaran di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, Kementerian Agama harus mengantisipasi penyebaran Omicron agar tak mengganggu keberangkatan jemaah umrah yang baru dibuka kembali. “Ini juga kami mohon dengan sangat kepada Menteri Agama dan jajaran untuk mengantisipasi varian baru ini. Sehingga Insya Allah tidak mengganggu rencana kita untuk memberangkatkan calon jemaah umrah dan haji tahun depan,” ucapnya.

Yandri berharap varian Omnicron tak menganggu keberangkatan jemaah haji maupun umrah di tahun 2022 mendatang, sebab masyarakat sudah menunggu sangat lama untuk kembali menuju Tanah Suci. “Insya Allah, walaupun ada varian baru, tidak mengganggu kabar baik kita dari Arab Saudi beberapa hari lalu. Pak Menteri bersama kami kunjungan ke Arab Saudi itu bisa dilaksanakan dengan baik dan hasilnya adalah para calon jemaah umrah bisa berangkat ke tanah suci,” pungkas legislator dapil Banten II itu.@mpa

Baca Juga :  Trek Paris Pembuktian Peseteru Goweser Al Haqq

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Konversi LPG ke Kompor Induksi, Negara Hemat hingga Rp 27,3 Triliun

Jum Des 3 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS| JAKARTA – PT PLN (Persero) siap mendukung konversi kompor LPG ke kompor induksi untuk menekan defisit transaksi berjalan (CAD) akibat impor LPG. Menurut perhitungan PLN, pengalihan energi impor ke energi listrik untuk 30 juta penerima manfaat akan menghemat Rp 27,3 triliun selama empat tahun. Angka penghematan itu berasal […]